Cara Untuk Melatih Kekuatan Fikiran Yang Patut Dicoba

Cara melatih kekuatan fikiran-Kita sepakat bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan istimewa, tanpa kecuali. Mengapa? Karena manusia dalam penciptaannya dibekali dengan akal dan pikiran untuk membedakan antara yang baik dan buruk, benar dan salah.

Sekarang bayangkan jika Anda dapat melihat apa yang terjadi di dalam otak ketika Anda merasakan emosi dan sensasi seperti rasa sakit, kegelisahan, depresi, takut, dan kesenangan semuanya secara langsung atau real-time.

Tiba-tiba, penyebab perasaan Anda bukan lagi misteri, dan keampuhan teknik mental yang Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari pun menjadi jelas.

Pikiran manusia sendiri terbagi menjadi dua, yaitu pikiran alam sadar dan pikiran alam bawah sadar. Pikiran alam sadar berfungsi sebagai tempat pemrosesan analisa, logika dan perbandingan. Sedangkan pikiran alam bawah sadar sebagai pembentukan intuisi, seni, juga memori.

Cara Untuk Melatih Kekuatan Fikiran Yang Patut Dicoba

Cara untuk melatih kekuatan fikiran 88% kekuatan pikiran dikuasai oleh alam bawah sadar dan 12% sisanya berada di bawah kendali alam sadar.

Ini berarti bahwa kuasa dari pikiran alam bawah sadar kita sebenarnya sangatlah kuat. Dan untuk menyeimbangkan kekuatan pikiran kita, perlu ada keselarasan diantara pikiran alam sadar dan bawah sadar. Bagaimana? Dengan cara melatihnya. Berikut cara yang patut dicoba untuk melatih kekuatan pikiran:

    1. Membiasakan Diri Berfikir Positif

Cara melatih kekuatan pikiran dalam diri manusia tentunya memiliki kekuatan masing-masing tergantung bagaimana individu mengelola pikiran tersebut.

Jika kita membiasakan diri untuk terus berpikir positif, maka menghilangkan kebiasaan berpikir negative bukanlah perkara yang sulit.

Dengan menempatkan pikiran positif sebagai suatu kebiasaan baik dalam diri kita, sikap dan mental kita akan terbiasa melakukan hal-hal yang positif pula sesuai dengan kebiasaan kita.

    2. Biasakan Mengatakan Hal Yang Positif

Pembiasaan ini adalah sebagai bentuk motivasi untuk mencapai tujuan tertentu yang sudah direncanakan. Dengan mengatakan hal positif, seperti “aku bisa”, maka itu akan menjadi perintah langsung dari pikiran alam sadar untuk pikiran alam bawah sadar. Hingga pada akhirnya alam sadar kita akan mempercayainya dan bersikap positif.

    3. Menyeimbangkan Emosi Dan Logika

Pengendalian emosi juga merupakan ukuran ketenangan diri dalam situasi yang sulit, dan kemampuan untuk bertindak secara objektif, bukan impulsif atau emosional.

Emosi seringkali dikaitkan dengan perasaan marah atau jengkel, namun sebenarnya emosi merupakan suatu wujud ekspresi atau reaksi seseorang terhadap suatu kejadian atau seseorang.

yang ini dapat berupa perasaan marah, sedih, takut, senang, bingung, malu, terkejut, dan lain-lain.

    4. Tidak Mengungkit Kegagalan Yang Pernah Dialami

Meski setiap rencana kehidupan sudah kita atur sedemikian rupa, tapi tak jarang kegagalan akan datang. Namun, kegagalan yang kita alami ini sebenarnya justru akan menjadi pembelajaran yang baik.

Maka berdamailah dengan setiap kegagalan yang dialami. Dengan begitu, kita akan mampu memandang segala sesuatu secara lebih terbuka dan positif.

Setiap kekuatan pada dasarnya sudah ada dalam pikiran kita masing-masing. Yang seringkali terjadi kita abai untuk mencoba berprasangka positif pada pikitan kita sendiri. Jadi, mari mulai membuka diri atas kekuatan pikiran. Demi mewujudkan tujuan hidup yang lebih baik.

    5. Melatih Pandangan Mata

Melatih pandangan dimulai dari melakukan latihan terhadap lilin yang menyala dan dalamkegelapan dan ruangan tertutup. Latihan ini mempunyai tujuan agar menyatukan mata denganpikiran. Konsentrasi menjadi kunci sukses dalam mempelajari ilmu pandangan mata.

Contohnya,lihatlah lilin yang menyala hingga beberapa menit, sampai api lilin tampak sebesar benang jahit. Jarak antara lilin dengan mata adalah kurang lebih 2 meter.

Keadaan ruangan harusbenar-benar berada dalam keadaan gelap dan tenang. Jika mata terasa pedas/pedih, makahentikan beberapa saat dan pejamkan mata kemudian dapat diteruskan lagi. Hal ini dilakukanbeberapa kali baru baru terasa hasilnya. Jika belum mencapai hingga sebesar benang atauseukurannya maka latihan pertama ini belum dapat dinyatakan berhasil.

Baca juga: cara mengatasi gangguan jiwa generasi milenial

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!